Selasa, 20 November 2018

Mengkaji Al-Qur'an



Pertemuan mata kuliah Study Qur’an pada kali ini kembali diisi pemateri dari luar kampus. Pada hari ini Senin, 12 November 2018 kami berkesempatan mendapatkan ilmu dari LPPIQ (Lembaga Pendidikan & Pengkajian Ilmu Qur’an yang disampaikan oleh Ustadz Ansori.
LPPIQ adalah lembaga pembelajaran yang berhubungan dengan pengkajian Al-Qur’an. Pada kesempatan kali ini kami pun diajak unuk belajar mengartikan Al-Qur’an. 
Sejatinya mudah untuk mengkaji Al-Qur'an, hal ini sesuai dengan firman Allah pada Surat Al Qamar :

  وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ مِنْ مُدَّكِرٍ        

"Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan AL-Qur'an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran" (Q.S. Al-Qamar: 17,22,23,40)

Ayat itu diulang sampai 4 kali berarti Allah benar - benar menjamin betapa mudahnya untuk mempelajari Al-Qur'an.
Dengan belajar nya dari awal surat yakni surat Al-Fatihah dan dilanjutkan surat Al-Baqarah yaitu tepat nya di juz 1 akan lebih mudah karena hampir 80% kosakata yang ada di Al-Qur’an terdapat di Al-Fatihah dan Al-Baqarah yakni di juz 1 dan 20% terdapat di surat-surat pendek. Jadi bisa disimpulkan strategi ini membentuk sebuah segiti yang dari bawah terdapat surat Al-Fatihah dan Al-Baqarah dan di paling atas An-Naas.

Dalam Al-Qur’an kosakata bahasa arab terdapat 110.000 kosakata namun 79% kosakata itu diulang-ulang jadi jika di asumsikan juz 1 terdapat 3.680 kosakata setelah dipelajari ternyata 2.520 kosakata terulang-ulang, maka jika jumlah dikatakan tadi 110.000 hal tersebut tidak akan sampai. Jadi apabila kita ingin cepat dalam belajar menerjemahkan dan lancer dalam membaca  Al-Qur’an ada 2 poin yaitu:
1.      Lancarkan bacaan surat Al-Baqarah, maka lancarlah bacaan Al-Qur’an
 2.      Tarjimlah surat Al-Baqarah, maka kamu bisa menerjemahkan Al-Qur’an

Dengan mengetauhi arti dari Al-Quran dapat menambah rasa cinta kita padanya. Bisa dibayangkan saat kita shalat ataupun berdoa dan kita mengetauhi arti darinya, tidak akan ada namanya sholat terburu-buru lagi. 
Teringat dengan salah satu kutipan dari artikel karya Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag yang berjudul Menggeser Gunung, Membelah Laut Dengan Sholat.
"ayat ayat dan doa-doa dalam sholat kita harus disertai dengan renungan mendalam sehingga menghasilkan keyakinan dan optimisme yang mantap akan kekuasaan, kasih, keperkasaan Allah untuk menolong kita dalam segala hal. Tidak perlu menangisi takdir masa lalu, dan tidak perlu cemas membangun masa depan. Dengan sentuhan tangan Allah, semua yang sulit menjadi mudah, yang berat terasa ringan, yang menurut perkiraan hanya impian, benar-benar menjadi kenyataan (Dream Comes True), sebab Allah berfirman (Semua Dalam Genggaman Allah)"
( www.terapishalatbahagia.net)

21 komentar:

  1. Masya Allah ternyata seperti itu

    BalasHapus
  2. saya baru tau, alhamdulillah terima kasih ilmunyaa ikhtii

    BalasHapus

Workshop Dakwah Kontemporer dan Enterpreneurship KPI UIN Sunan Ampel Surabaya 2019

            Sabtu, 12 April 2019 telah diadakan kuliah lapangan pada mata kuliah Ilmu Dakwah dengan mengadakan workshop yang bertem...