Pertemuan
mata kuliah Study Qur’an pada kali ini kembali diisi pemateri dari luar kampus.
Pada hari ini Senin, 12 November 2018 kami berkesempatan mendapatkan ilmu dari
LPPIQ (Lembaga Pendidikan & Pengkajian Ilmu Qur’an yang disampaikan oleh
Ustadz Ansori.
LPPIQ
adalah lembaga pembelajaran yang berhubungan dengan pengkajian Al-Qur’an. Pada
kesempatan kali ini kami pun diajak unuk belajar mengartikan Al-Qur’an.
Sejatinya mudah untuk mengkaji Al-Qur'an, hal ini sesuai dengan
firman Allah pada Surat Al Qamar
:
وَلَقَدْ يَسَّرْنَا الْقُرْآنَ لِلذِّكْرِ فَهَلْ
مِنْ مُدَّكِرٍ
"Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan AL-Qur'an untuk
pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran" (Q.S. Al-Qamar: 17,22,23,40)
Ayat itu diulang sampai 4 kali berarti Allah benar - benar
menjamin betapa mudahnya untuk mempelajari Al-Qur'an.
Dengan belajar nya dari awal surat yakni surat Al-Fatihah dan
dilanjutkan surat Al-Baqarah yaitu tepat nya di juz 1 akan lebih mudah karena
hampir 80% kosakata yang ada di Al-Qur’an terdapat di Al-Fatihah dan Al-Baqarah
yakni di juz 1 dan 20% terdapat di surat-surat pendek. Jadi bisa disimpulkan
strategi ini membentuk sebuah segiti yang dari bawah terdapat surat Al-Fatihah
dan Al-Baqarah dan di paling atas An-Naas.
Dalam
Al-Qur’an kosakata bahasa arab terdapat 110.000 kosakata namun 79% kosakata itu
diulang-ulang jadi jika di asumsikan juz 1 terdapat 3.680 kosakata setelah
dipelajari ternyata 2.520 kosakata terulang-ulang, maka jika jumlah dikatakan
tadi 110.000 hal tersebut tidak akan sampai. Jadi apabila kita ingin cepat
dalam belajar menerjemahkan dan lancer dalam membaca Al-Qur’an ada 2 poin
yaitu:
1. Lancarkan bacaan surat
Al-Baqarah, maka lancarlah bacaan Al-Qur’an2. Tarjimlah surat Al-Baqarah, maka kamu bisa menerjemahkan Al-Qur’an
Dengan mengetauhi arti dari Al-Quran dapat menambah rasa cinta kita padanya. Bisa dibayangkan saat kita shalat ataupun berdoa dan kita mengetauhi arti darinya, tidak akan ada namanya sholat terburu-buru lagi.
Teringat dengan salah satu kutipan dari artikel karya Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag yang berjudul Menggeser Gunung, Membelah Laut Dengan Sholat.
"ayat ayat dan doa-doa dalam sholat kita harus disertai dengan renungan mendalam sehingga menghasilkan keyakinan dan optimisme yang mantap akan kekuasaan, kasih, keperkasaan Allah untuk menolong kita dalam segala hal. Tidak perlu menangisi takdir masa lalu, dan tidak perlu cemas membangun masa depan. Dengan sentuhan tangan Allah, semua yang sulit menjadi mudah, yang berat terasa ringan, yang menurut perkiraan hanya impian, benar-benar menjadi kenyataan (Dream Comes True), sebab Allah berfirman (Semua Dalam Genggaman Allah)"
( www.terapishalatbahagia.net)
